Dak atap rumah sering jadi area yang terlupakan: panas di siang hari, berlumut saat musim hujan, dan tidak enak dipakai. Di proyek ini, kami mengubah rooftop sebuah rumah di perumahan daerah Bekasi menjadi taman hijau memakai rumput sintetis Swiss 30 mm dengan lapisan drainage cell di bawahnya. Berikut dokumentasi pekerjaannya, dari kondisi awal sampai selesai.
Kondisi Awal: Dak Beton yang Kotor dan Menggenang
Permukaan dak masih berupa beton terbuka. Banyak noda lumut dan kotoran, dan di beberapa titik air hujan masih menggenang. Di sisi bangunan juga ada unit AC dan jalur pipa yang harus tetap bisa dijangkau setelah taman jadi.
Kalau rumput sintetis langsung digelar di atas beton seperti ini, air hujan akan tertahan di bawah rumput. Lama-lama muncul bau, lumut, dan bagian bawah rumput cepat rusak. Karena itu, langkah pertama adalah membersihkan permukaan, lalu memasang lapisan yang membuat air bisa mengalir di bawah rumput.
Tahap Pemasangan
- Membersihkan dak. Kotoran, lumut, dan sisa material dibersihkan supaya permukaan rata dan tidak ada benda yang mengganjal.
- Memasang drainage cell. Panel drainage cell disusun rapat menutup seluruh area. Panel berongga ini mengangkat rumput dari permukaan beton, sehingga air hujan bisa mengalir di bawahnya menuju saluran pembuangan.
- Menggelar rumput sintetis. Roll rumput Swiss 30 mm digelar di atas drainage cell dengan arah serat yang sama, lalu sambungan antarroll direkatkan.
- Merapikan tepi dan menyikat serat. Rumput dipotong mengikuti dinding dan bak tanaman, lalu seratnya disapu supaya berdiri dan sambungan tidak terlihat.

Kenapa Pakai Drainage Cell di Rooftop?
Di area tanah, air hujan bisa meresap ke bawah. Di dak beton tidak bisa, jadi air harus dialirkan ke samping menuju lubang pembuangan. Drainage cell membuat celah di bawah rumput supaya air tidak tertahan. Hasilnya, rumput cepat kering setelah hujan dan lapisan bawahnya lebih awet.
Di katalog kami, drainage cell tersedia dalam beberapa ukuran panel, dari 23 × 23 cm sampai 50 × 50 cm, dengan harga Rp90.000–Rp148.000/m². Pilihan lengkapnya ada di halaman wall stone dan drainase. Penjelasan lebih rinci soal genangan air ada di artikel tips mengatasi genangan air untuk rumput sintetis.
Kenapa Rumput Swiss 30 mm?
Rumput Swiss punya serat yang tebal dan lembut, jadi terlihat rimbun seperti rumput alami. Tinggi 30 mm cukup empuk untuk duduk dan bersantai, tetapi tidak terlalu tinggi sehingga daun dan debu mudah disapu. Untuk rooftop yang dipakai sebagai taman keluarga, ukuran ini termasuk pilihan yang seimbang.
Rumput Swiss 30 mm di katalog kami tersedia mulai Rp100.000/m² untuk kelas Ekonomis sampai Rp130.000/m² untuk kelas Standard. Bedanya dengan rumput Jepang kami bahas di perbandingan rumput sintetis Swiss vs Jepang, dan semua pilihannya ada di halaman rumput sintetis landscape.

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Pasang di Rooftop
- Pastikan dak tidak bocor. Rumput sintetis bukan lapisan anti bocor. Kalau dak masih rembes, perbaiki dulu waterproofing-nya.
- Cek lubang pembuangan air. Pastikan lubang tidak tersumbat dan tidak tertutup rumput.
- Sisakan akses ke AC dan pipa. Di proyek ini, jalur pipa AC di sepanjang dinding tidak ditutup rumput, jadi tetap mudah diperiksa.
- Ukur area dengan teliti. Rumput dijual per roll lebar 2 m dan 4 m. Cara menghitungnya ada di panduan menghitung kebutuhan rumput sintetis.

Mau Rooftop Rumah Anda Juga Hijau?
Kami melayani rumput sintetis dan drainage cell untuk rooftop, balkon, dan teras, termasuk untuk wilayah Bekasi dan Jabodetabek yang dikirim dari gudang jaringan AMD Grass di Jakarta dan Bogor. Kirim ukuran dan foto lokasi lewat WhatsApp 0858-5147-2116 atau 0813-8817-3705, nanti kami bantu hitung kebutuhan bahan dan biayanya.



